Follow Me

Tuesday, September 20, 2016

Setelah di-PHP-in PDI-P, Ini Komentar Melas Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra. Image: Opa Google
ENEWS.ID - PDI Perjuangan resmi mendukung duet petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub DKI 2017.

Namun, keputusan PDIP tersebut membuat sejumlah tokoh merasa diberi harapan palsu. Salah satunya, pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

"Saran saya, kedepan kalau partai itu sudah punya pendirian, lebih baik nggak usah buka peluang ke semua orang," jelas Yusril saat dihubungi, Selasa (20/9).

Baca: Memainkan 4 Isu Ini, Gerinda Yakin Prabowo Tumbangkan Jokowi di Pilpres 2019

Galaknya Politisi PDI-P Ini Pada Luhut B. Panjaitan Soal Goalnya Proyek Reklamasi
Seperti diketahui, Yusril bersama sejumlah tokoh lainnya sudah mengikuti dan dinyatakan lolos tahap penjaringan calon yang digelar PDIP. Sementara, Ahok sama sekali tidak mengikuti proses tersebut.

Meski begitu, Yusril akui sejak awal mendaftar ke PDIP dirinya sudah menduga hal semacam ini berpotensi terjadi. Mengingat kultur di partai banteng moncong putih itu yang menempatkan Ketua Umum Megawati sebagai penentu semua keputusan.

Baca: Disebut Jakarta Sangat Berbahaya Jika Dipimpin Orang Sombong Seperti Dajal, Ini Balasan Ahok Bungkam Amien Rais

"Kami sudah sama-sama maklum. Walaupun dilakukan penjaringan dan seleksi, pada akhirnya Ibu Megawati juga yang mengambil keputusan," ujar Yusril, yang juga turut mendaftar ke PDIP.

Meski Ahok-Djarot tak mengikuti fit and proper test, Yusril sangat menghormati langkah itu. Karena tetap saja yang dipilih itu merupakan orang-orang yang ada di lingkarannya.

Baca: PKS Usung Pemimping Kafir, Ini Buktinya

"Kami ucapkan selamat kepada keduanya. Kami sudah membaca hasil yang didapat ini. Barang kali setelah diputuskan, Pak Ahok akan jadi kader PDIP," tutup dia. (Sumber: jpnn.com).
previous article
Newer Post
next article
Older Post



Post a Comment