Follow Me

Wednesday, September 21, 2016

Formasi Lawan Kocar-kacir, Ini Peta Politik Setelah Ahok Didukung PDI-P

PDI-P Usung Ahok-Djarot
PDI-P Usung Ahok-Djarot
ENEWS.ID - Setelah melalui drama yang panjang, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya memutuskan merapat ke barisan pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilgub DKI. PDIP akhirnya menyatakan bergabung dengan Golkar, NasDem dan Hanura yang sudah lebih dulu mendukung Ahok.

PDIP memasangkan Ahok dengan kader mereka yang saat ini juga wakilnya Ahok, Djarot Saiful Hidayat. PDIP memastikan mengusung duet petahana ini setelah melalui rapat pleno yang cukup alot.

Dukungan empat partai ini membuat Ahok di atas kursi. Hitungan kasar di atas kertas, dari 106 kursi di DPRD DKI, 52 kursi sudah di tangan Ahok. PDIP dengan 28 kursi, Hanura 10 kursi, Golkar 9 kursi dan NasDem 6 kursi.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Prasetyo Edimarsudi mengaku, tidak akan gentar siapapun lawan dalam pesta demokrasi itu. Sebab Ketua Umum Megawati Soekarnoputri telah memerintahkan untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot.

"Pokoknya kita sudah diperintahkan partai kita laksanakan. Sebagai petugas partai, siapapun lawannya. Itu perintah," katanya di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9).

Ketua DPRD DKI Jakarta ini menambahkan, partainya tengah melakukan pembahasan untuk melakukan komunikasi dengan tiga partai pendukung Ahok, Hanura, Golkar dan NasDem. Namun, dia memastikan partainya yang akan mengantarkan mantan Bupati Belitung Timur itu ke KPU DKI.

"Makanya kita sedang merapatkan ini kita karena rekomendasinya akan dikirimkan langsung oleh PDI Perjuangan ke KPU DKI," tutup Prasetyo.

Lalu benarkah pasangan Ahok-Djarot di atas angin?

Jika dihitung dari kursi maka sisa DPRD DKI yang saat ini belum memutuskan pasangan calon ada 54 kursi. Jumlah ini tentu sedikit lebih banyak dari yang mengusung pasangan Ahok-Djarot.

Namun tentu syaratnya, Gerindra, PKS, PPP, PKB, PAN dan Demokrat bergabung mengusung satu pasangan. Namun sepertinya koalisi kekeluargaan ini sulit tercapai saat ini.

Dalam peta saat ini, pasangan yang akan bertarung di Pilgub DKI diprediksi akan ada 3 pasangan. Ahok-Djatot, lalu koalisi Gerindra dan PKS dan terakhir poros baru yang dimotori Demokrat berisikan PAN, PPP dan PKB.

PPP mengaku sudah tak lagi sehati dengan Gerindra dan PKS di Pilgub DKI Jakarta. PPP akan membentuk poros baru di Jakarta bersama Demokrat, PKB dan PAN untuk mengusung pasangan di luar Basuki T Purnama (Ahok) dan Sandiaga Uno.

Sekjen PPP Arsul Sani mengatakan, saat ini pimpinan Partai Demokrat, PKB, PAN dan PPP tengah intensif membahas siapa yang akan diusung di Pilgub DKI 2017. Sayang, dia tak mau mengungkap siapa saja nama yang jadi pertimbangan bakal diusung.

"Nanti PPP Demokrat PKB dan PAN akan memfinalkan nama, mengumumkan besok malam atau lusa pagi, jadi sekarang Selasa, kalau enggak Rabu malam, Kamis pagi kami umumkan," kata Arsul saat dihubungi merdeka.com, Selasa (20/9) kemarin.

Arsul memastikan poros baru ini akan membentuk koalisi. Sementara Gerindra dan PKS nampaknya bakal ditinggal dengan alasan sudah tak lagi membangun komunikasi dengan baik bersama empat partai ini.

"Kan Gerindra dan PKS sudah menetapkan calon mereka, sementara mereka tidak mengajak komunikasi dengan kami," jelas dia.

Arsul mengakui memang masih mungkin saja poros baru ini akan kembali bersama dengan Gerindra dan PKS. Namun menurut dia, sejauh ini tidak ada komunikasi yang terbangun dengan Gerindra dan PKS.

"Bukan sudah tertutup (pintu koalisi), sekarang kan enggak komunikasi, gimana mau koalisi?" terang dia.

Namun Ketua Penjaringan cagub DKI dari Gerindra Syarif menegaskan, komunikasi dengan partai lain lancar. Bahkan kata dia, malam ini partai koalisi kebersamaan minus PDIP akan melakukan pertemuan.

"Nanti malam ketemu, di sebuah tempat di Jakarta," kata Syarif.

Soal pasangan Sandiaga-Mardani, Syarif menegaskan, itu belum resmi diputuskan oleh Gerindra. Saat ini, kata dia, ada tiga nama calon wakil Sandiaga yakni Saefullah, Sylviana Murni dan Mardani Ali Sera.

"Itu belum, itukan dinamis, masih terus bergerak, dikomunikasikan dengan teman-teman mitra koalisi, apakah dipilih Saefullah, Sylviana atau Mardani, kemungkinan masih bisa berubah," tegas dia. (Sumber: Merdeka.com)
previous article
Newer Post
next article
Older Post



Post a Comment