![]() |
| Ahok |
Dalam pidatonya, dia mengatakan, seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari perkataannya semata, tetapi sikapnya juga. Sebab banyak pemimpin yang akhirnya termakan pernyataannya sendiri.
"Harus ada seorang tokoh sentral yang tegas, jujur, berani, bersih, tidak korupsi, bukan cuma retorika (misalnya) ngomong dengan santun agamis tetapi munafik menghancurkan negara ini," kata Ahok, sapaan Basuki, saat berpidato di hadapan seribuan PNS, Lapangan IRTI, Monas, Jakarta, Senin (19/9).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengingatkan, rapat yang diselenggarakan di Lapangan Ikada adalah bukti kala itu masih ada kepercayaan kepada Presiden Soekarno. Kepercayaan adalah pondasi penting dalam sebuah bangsa.
Ahok sempat mengucapkan syukur karena kini rakyat sangat mempercayai Presiden Joko Widodo. Sebab tanpa itu semua kemajuan tidak akan tercapai.
"Kepercayaan ini adalah unsur yang membuat negara ini maju," terangnya.
Bahkan, mantan Politisi Gerindra dan Golkar ini sempat mengutip pernyataan filsuf Tiongkok, Lao Tzu.
"Filsuf kuno Tiongkok mengatakan ada lima syarat negara maju, yakni unsur pertahanan, wilayah, makanan, rakyat, dan kepercayaan. Dulu kita hampir tidak punya wilayah juga, makanan belum jelas, senjata belum dikuasai, tapi rakyat percaya kepada Bung Karno," tutup Ahok. (sumber: Merdeka.com)
previous article
Newer Post

No comments
Post a Comment