![]() |
| Silaturahim Akbar, Doa untuk Kepemimpinan Ibu Kota |
KompasMetro.com - Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) membatalkan Tablig Akbar dan Doa bersama yang akan diselenggarakan oleh Ar-Rahman Qur'an Learning Center (AQL). Kegiatan ini sedianya akan diselenggarakan pada Minggu (18/09/2016).
Dari surat nomer 446/BPPMI/IX/2016 yang ditujukan pada Kepala Polda Metro Jaya, BPPMI membatalkan kegiatan yang dipanitiai lembaga pimpinan Bachtiar Nasir yang juga juru bicara Majelis Pelayan Jakarta (MPJ).
Pada Juni 2016, Majelis Pelayan Jakarta merekomendasikan 7 nama calon Gubernur DKI Jakarta (Adhyaksa Dault, Nurdin Abdullah, Sandiaga Uno, Sjafrie Sjamsudin, Suyoto, Yusril Ihsza Mehendra, dan Yusuf Mansur), dengan slogan 'Anti Gubernur Kafir" untuk Jakarta.
Dalam surat itu BPPMI menyebutkan bahwa pembatalan acara tersebut karena rencana dan peruntukan berbeda. Dari informasi yang KompasMetro himpun, disinyalir kegiatan Tabliq Akbar yang diajukan AQL akan digunakan menjadi ajang politik jelang Pilkada DKI Jakarta.
Sementara itu beredar juga pamflet bertema "Silaturahim Akbar, Doa untuk Kepemimpinan Ibu Kota" yang diselenggarakan Aliansi Peduli Ummat dan Bangsa (bukan AQL) di jadwal agenda hari yang sama. Dengan dasar ini disinyalir BPPMI membatalkan acara yang sedianya dihadiri, Bahtiar Nasir, Amin Rais, Habib Rizieq, Hidayat Nur Wahid, dan sejumlah tokoh lain. Sejauh ini, BPPMI belum memberikan keterangan lebih jauh mengenai detail pembatalan kegiatan ini.
Di pihak lain, panitia penyelenggara Tablig Akbar dan Doa bersama juga menyampaikan pembatalan pelaksanaan kegiatan oleh BPPMI. Dalam siaran pers yang Enews.ID terima Sabtu (17/09/2016), panitia menyebut semua kelengkapan administrasi sudah dipenuhi, namun BPPMI tetap membatalkan acara tersebut, dan sudah final.
Panitia juga menegaskan bahwa jalan perjuangan untuk memiliki pemimpin terbaik untuk Ibu Kota Jakarta membutuhkan kerja keras lagi dan persatuan umat Islam. Pelaksanaan kegiatan Tablig Akbar diarahkan menjadi shalat Dhuhur berjamaah dan doa bersama.
"Dengan kejadian ini menunjukkan bahwa jalan perjuangan untuk kepemeimpinan terbaik bagi Ibu Kota Negara membutuhkan kerja keras dan persatuan yang lebih kuat lagi" tulis panitia yang diketua Jayadi Hasan.
Pada Minggu, (18/09/2016) BPPMI meminta pada Polda Metro Jaya untuk mengamankan masjid Istiqlal mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi. (Kay)
previous article
Newer Post

No comments
Post a Comment